Minggu, 15 April 2012

Dua Bersaudara Pemilik Djarum Terkaya di Indonesia


Dua bersaudara pemilik Djarum, R Budi Hartono dan Michael Hartono, kembali menduduki tampuk orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes.

Sebaliknya, nama-nama 'lama' seperti Susilo Wonowidjojo, bos Gudang Garam, dan Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas Group, Anthoni Salim, maupun Putera Sampoerna, kini menghilang.

Dikutip dari laman Forbes, Kamis (8/3)n, terdapat 17 orang Indonesia yang masuk di daftar 1.153 Forbes World's Billionaire 2012.

Budi Hartono, berada di posisi 146 dari daftar itu, sekaligus yang pertama di Indonesia. Sedangkan, Michael Hartono, berada di posisi 157 dunia. Masing-masing mengantongi kekayaan sebesar US$6,5 miliar dan US$6,3 miliar.

Kekayaan Hartono bersaudara bukan cuma bersumber dari bisnis rokok warisan Ayah mereka. Sebagian kekayaan mereka pun berasal dari kepemilikan di BCA, salah satu bank papan atas Tanah Air.

Mereka diketahui memiliki 65 ribu hektare kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat pada 2008. Keduanya juga memiliki kompleks mal, perkantoran, dan hotel mewah di Jakarta, yaitu Grand Indonesia.

Melalui Global Digital Prima Ventures, Budi dan Michael Hartono menjadi pemilik saham Kaskus, salah satu situs komunitas dan jual beli terpopuler di Indonesia.

Kemudian, di posisi ke-3 terkaya se-Indonesia adalah Low Tuck Kwong. Lewat bisnis batu bara-nya, yakni Bayan Resources, pria kelahiran Singapura itu sukses memupuk kekayaan hingga US$3,6 miliar. Ia menempati posisi 304 dalam Forbes World's Billionaire.

Di posisi selanjutnya adalah Martua Sitorus, pemilik Wilmar yang bergerak di sektor kelapa sawit. Ia menghimpun kekayaan sebesar US$3 miliar dan berada di posisi 377 se-dunia.

Bos Asian Agri, Sukanto Tanoto, menjadi orang terkaya ke-5 di Indonesia dengan meraup US$2,8 miliar. Sukanto yang menetap di Singapura itu sekaligus ada di posisi 418 dunia.

Daftar Forbes 2012 juga mempertahankan Peter Sondakh yang memiliki aset senilai US$2,6 miliar. Juragan Rajawali Group itu mendarat di posisi ke-6 miliuner Tanah Air, dan ke-464 di dunia.

Adapun keluarga Achmad Hamami yang bergelut dengan industri alat berat berada di posisi ke-7 di Indonesia. Mereka mengumpulkan kekayaan hingga US$2,2 miliar dan berada di posisi ke-578 miliuner sedunia.

Sri Prakash Lohia, pemilik Indorama Synthetics, sebagai miliuner ke-8 di Tanah Air dan 634 di dunia. Pundi-pundinya mencapai US$2 miliar.

Jumlah kekayaan yang sama dimiliki nakhoda Para Group, Chairul Tanjung. Bos baru situs berita detik.com itu juga berperingkat serupa dengan Lohia.

Nama berikutnya adalah Kiki Barki, pemilik Harum Energy. Via bisnis batu baranya, pengusaha veteran itu mencatat kekayaan hingga US$1,7 miliar dan menempati posisi ke-764 miliuner sedunia.

Murdaya Poo, yang menggalang kekayaan sebesar US$1,5 miliar, adalah orang terkaya ke-10 di negeri ini. Pria berusia 71 tahun itu dikenal sebagai pendiri grup Central Cipta Murdaya.

Kemudian, berturut-turut adalah Edwin Soeryadjaya (US$1,4 miliar), Tahir (US$1,3 miliar), Hary Tanoesoedibjo (US$1,3 miliar), Garibaldi Thohir (US$1,2 miliar), Theodore Rachmat (US$1,1 miliar), dan Djoko Susanto (US$1 miliar).


hebat ya mereka sudah saudara kompak lagi mengelola bisnis sampai menjadikan mereka diurutan pertama orang terkaya di indonesia...
salut pak....moga kami bisa seperti bapak amin.... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar